.post-body { line-height:1.8em; letter-spacing: 1px; }
Haul Mbah Sambu di Lasem

Haul Mbah Sambu di Lasem

Jejak Sejarah Mbah Sambu di Kota Lasem Menyusuri pusat kota Lasem - Jawa Tengah, ada sebuah bangunan masjid yang cukup besar, indah dan megah. Banyak yang berkunjung ke masjid itu untuk beribadah dan beristirahat sejenak. Ada juga yang mempunyai tujuan khusus yaitu berziarah ke Makam Mbah Sambu, tokoh legendaris di daerah yang terkenal dengan keindahan Batik Lasem-nya ini. Ternyata, di bagian belakang masjid ini terdapat makam Mbah Sambu. Makam itu berada dalam bangunan yang unik , indah dan artistik. Ada nuansa bangunan ala Tiongkok yang berpadu dengan budaya Jawa yang menghiasi arsitekturnya. Di dalam naungan bangunan itu, makam Mbah Sambu berada di dalam ruangan yang bentuknya menyerupai kubah yang diberi warna emas dan warna tembaga. Pada bagian pintunya terdapat papan nama yang bertuliskan Makam Mbah Sambu - Sayyid Abdurrohman. Sedangkan makam Mbah Sambu itu sendiri berselubung lembaran kain berwarna putih yang menyiratkan suasana sakral. Makam istri Mbah Sambu yang juga berselubung kain putih berdampingan dengan makam Mbah Sambu. Nuansa sejuk terasa di dalam ruangan makam ini karena digunakannya keramik yang berwarna hijau pada dinding dan lantainya. Dengan penelusuran data , Mbah Sambu memiliki nama asli Sayyid Abdurrahman Basayaiban dan wafat 1671. Beliaua dalah putera Pangeran Benawa, putera dari Jaka Tingkir alias Sultan Hadiwijaya , Raja dari Kerajaan Pajang yang merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam. Menantu Sultan Trenggono Raja Kerajaan Islam Demak. Mbah Sambu dikenal berjasa dalam meredam aksi perompak yang menimbulkan kekacauan yang berlarut-larui di pusat kota Lasem. Wilayah Lasem saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara. Atas jasanya itu Mbah Sambu yang juga menantu Adipati Lasem diberi tanah perdikan meliputi lokasi Masjid Jami’ Lasem sekarang di Kec.Lasem sampai ke selatan di Kec.Pancur. Mbah Sambu juga berhasil mengusir Kompeni VOC dari Rumah Gedong yang bermarkas di Kauman Desa Karang Turi. Setelah kosong dikuasai Mbah Sambu memberi kesempatan menempati sementara kepada warga termasuk yang berstatus Boro ( mencari kerja ) selama tidak mampu membeli rumah atau kontrak. Ada sebuah tradisi tahunan di makam ini yaitu Haul Mbah Sambu untuk mengenang sejarah dan perjuangan Mbah Sambu. Kegiatan itu dipusatkan di kompleks Makam Mbah Sambu dan Masjid Agung Kota Lasem. Bebergai kegiatan diadakan untuk menyemarakannya seperti karnaval budaya, Batik Lasem Festival, khitanan massal, istighotsah, napak tilas sejarah, pentas kesenian dan sebagainya. Artikel berikutnya »

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. lasemsyarifah.blogspot.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger